Jepang Akan Penilaian Aturan Perihal Industri Film Jav

 Penegakkan aturan mengenai film AV akan segera dievaluasi Jepang Akan Evaluasi Hukum Tentang Industri Film JAV

Penegakkan aturan mengenai film AV akan segera dievaluasi, hal ini sebab banyaknya kasus yang menimpa industri film JAV dalam beberapa tahun belakangan.

Dilansir Tokyo Reporter, banyak perusahaan rumah produksi memaksa perempuan tampil untuk film AV tanpa sensor demi laba yang juga diambil oleh agensi dari sang artis.

Sekadar informasi bahwa film JAV di Jepang legal hanya apabila disensor, banyak artis yang berurusan dengan aturan sebab terlibat persetujuan untuk film non-sensor.

Hukum ini juga ditegakkan sebab banyaknya perempuan di Jepang termasuk mantan politisi dan eks mantan anggota SKE48 Machiko Tezuka hampir dijebak.

“Penegakkan aturan bertujuan melarang tindakan itu (pemaksaan terhadap artis) dalam produksi AV.” ujar seorang penyelidik menyerupai diberitakan tabloid Yukan Fuji.

Tindakan keras itu diklaim mengiming-imingi sasaran sebelum pemaksaan dilakukan.

Juni tahun lalu, mantan presiden agensi Marks Japan ditangkap polisi usai memaksa seorang gadis tampil di film AV non-sensor hanya sebab melawan keinginannya.

Setelah pengangkapan tersebut, 52 orang, termasuk sejumlah bintang film dan artis JAV dilimpahkan namanya ke kejaksaan dengan tuduhan terlibat skandal di Prefektur Kanagawa yang melanggar undang-undang dan aturan wacana film AV.

Tidak Berpengaruh ke Produksi Film

Ditegakkannya aturan ini hanya bertujuan ke pemberian bagi para bintang film JAV.

November tahun kemudian tiga orang agensi talenta di Tokyo diamankan kepolisian metropolitan usai memaksa artis JAV tampil sebagai ‘pelayan pribadi’ tanpa melalui mekanisme yang sudah ditentukan.

Simak: Yua Mikami Rilis Video JAV Bertema SKE48

“Hampir setiap hari, kasus ini bergotong-royong ada.” ungkap seorang pekerja industri AV pada Yukan Fuji.

Maret tahun ini, seorang manajer untuk perusahaan Caribbeancom bernama Michael Sapp (34) ditangkap dan dilimpahkan ke jaksa Pengadilan Distrik Tokyo usai diduga terlibat dalam kasus pengunggahan ribuan konten film JAV ilegal tanpa sensor.

Resiko Penangkapan Tinggi

Demi menghindari penangkapan dan pembobolan yang dilakukan oleh tubuh intelijen Jepang, server dari situs Caribbeancom dihosting oleh perusahaan luar negeri.

Dalam situs itu terdapat lebih dari 300,000 anggota terdaftar, ada 4500 film dari total 372 artis JAV.

Seorang pemilik situs yang menyerupai dengan Caribbeancom mengatakan pada Yukan Fuji bahwa penegakkan aturan yaitu keprihatinan konstan.

“Beberapa konten syutingnya dan proses editing di luar negeri, tapi lebih banyak didominasi penyuntingan video dilakukan di sebuah studio megah di kota Tokyo.” ungkapnya.

“Apalagi ketika kita sedang memproduksi konten untuk pengiriman, resiko ditangkap lebih tinggi.” lanjutnya.

Menurut Tabloid Yukan Fuji, penyelidik menyampaikan tujuan ditegakkannya aturan ini meminimalisir dan sebisa mungkin menghindari tindakan kekerasan terhadap artis JAV.

Dilakukan Secara Underground

Akibat tindakan ekstrem tersebut, kepolisian metropolitan Tokyo meragukan Olimpiade 2020 di Jepang, berpotensi dijadikan ladang kasus yang sama.

Biar bagaimana pun, kasus ini telah menyebabkan kekhawatiran akan hilangnya industri film JAV bukan sebab dihapuskan melainkan dilakukan secara underground.

“Beberapa perempuan di industri film JAV sama sekali tidak menghasilkan apapun, mereka dilemparkan ke klub malam dan daerah serupa yang mempekerjakan artis untuk melaksanakan tindakan ilegal.” kata Penyidik.