Book Review : Secret Admirer

Judul : Screet Admirer
penulis : Sutry Istianiey
Penerbit : Eazy Book
Harga Rp 20.000
Tahun Terbit : 2012

Book Review :

Kadang perpisahan itu harus terjadi tanpa ada alasan yang harus diutarakan. Itulah cara yang dilakukan Faya tetapkan percintaannya dengan Junot; kekasihnya. Karena Papanya dipindah tugaskan ke Bogor, mereka harus meninggalkan Bandung. Junot tidak terima begitu saja alasannya ia begitu menyayangi Faya, tapi Faya tidak punya alasan, ia tetap ingin putus dari Junot. Faya menikmati kepindahannya dan mempunyai sobat gres Edo dan Jessy di sekolah barunya, meski bayang-bayang Junot tak pernah dapat lepas dari benaknya.

Di sekolahnya ia mempunyai pengagum misterius yang sering mengiriminya puisi, di mading sekolah. Edo dan Faya ini diceritakan menyerupai Tom & Jerry yang kerjaannya berantem terus. Tapi Edo akad akan membantu Fay mencarikan siapa dalang dibalik teror puisi tersebut.

Edo melupakan janjinya alasannya sibuk latihan futsal, padahal ia sama sekali membenci permainan bola. Ia melakukannya demi Faya yang demen bola, Faya juga tergila-gila sama David Beckam. Faya mulai kesepian sering ditinggal Edo, sementara Jesy sibuk dengan pacar barunya yang gres kenal pas tiba ke rumah Omanya. Cowok itu tetangga gres Oma Jesy, dari perkenalan itu terjalinlah cinta. Jesy yang ngebet banget pengen ngenalin Dion dengan Faya gagal terus alasannya ada saja bencana yang gagal mempertemukan mereka.

Jesy menangkap kejanggalan Edo yang kini jarang berkumpul, Jesy menohok Edo dengan pernyataan, jadinya Edo menjelaskan kalo ia menyayangi Faya, kemudian bagaimana dengan puisi cinta itu? dan kenapa ketika jadinya Faya ketemu Dion dadanya bergemuruh hebat, kemudian lahar panas mencelat dari matanya. Edo menyadari dan jadinya ia curhat kepada Edo.

Tak hingga di situ, Jesy tak sengaja menemukan foto Dion yang terbawa Faya. Jesy pribadi tanpa ampun menuduh Faya pengkhianat, dan tak ingin lagi akrab dengan Faya. Hingga suatu ketika Faya berhijab, dan ia merasa tidak mempunyai waktu banyak harus menjelaskan problem kepada Jesy. Jesy luluh ketika hijab itu dibuka dan melihat kepala Faya nyaris tanpa rambut.

Akankah Edo berterus terang dengan perasaannya kepada Faya? kemudian siapa penulis puisi cinta itu? dan bagaimana Jesy bersama Dion? apakah Junot akan diceritakan kembali atau telah dihilangkan tokohnya dalam pecahan selanjutnya? silahkan beli di tokobuku terdekat anda, jikalau ingin tau 😀